Selasa, 04 Mei 2010

Jamur/Fungi

KINGDOM FUNGI/JAMUR
Jamur/fungi merupakan organisme yang hidup secara heterotrop yaitu saprofit atau parasit dan ada yang bersimbiosis. Sebagai organisme saprofit, jamur berperan sebagai pengurai utama, yaitu menguraikan sampah organik atau menguraikan sisi-sisa makhluk hidup yang telah mati. Sedangkan sebagai parasit hidupnya merugikan makhluk hidup lain.
A. Ciri-ciri jamur:
1. Struktur tubuh jamur.
a. Jamur mempunyai inti/nukleus eukariotik, yaitu intinya sudah mempunyai membran inti.
b. Tubuhnya ada yang bersel satu (uniseluler) dan ada yang bersel banyak (multi seluler)
c. Struktur tubuhnya disesuaikan dengan cara memperoleh makanan dan reproduksinya
d. Dinding sel tersusun atas zat kitin
e. Jamur tidak mempunyai klorofil.
f. Mempunyai zat warna yang berbeda-beda terutama pada badan/tubuh buah.
g. Jamur belum mempunyai akar, batang, dan daun sehingga disebut talus.
h. Tubuhnya terdiri atas hifa yang disusun dari sel-sel memanjang dan dinding sel pada umumnya diperkuat dengan kitin, hanya beberapa yang mempunyai dinding sel dari selulosa.
i. Hifa merupakan jalinan/anyaman benang-benang yang bercabang-cabang ke berbagai arah yang membentuk miselium. Miselium adalah bagian tubuh jamur yang berperan untuk menyerap zat makanan dari bahan organik tempat hidupnya. Hifa ada yang bersekat-sekat dan ada yang tidak bersekat-sekat.
j. Pada sejumlah jamur bersel banyak, benang hifa membentuk alat reproduksi
2. Tempat hidup jamur.
Jamur hidup pada tempat yang kaya zat organik, lembab, agak asam, serta kurang cahaya. Jamur dapat hidup pada rentang suhu yang luas yaitu antara 00C sampai 370C.
3. Cara hidup jamur.
a. Saprofit, yaitu jamur memperoleh makananya dengan jalan menguraikan zat organik seperti sampah organik dan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati.
b. Jamur sebagai parasit memperoleh makanannya dari tubuh inangnya yaitu hewan atau tumbuhan.
c. Beberapa jamur bersimbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan.
4. Reproduksi jamur.
Cara reproduksi jamur ada dua cara, yaitu:
a. Secara aseksual
Secara aseksual dilakukan dengan cara membelah diri, yaitu menghasilkan dua sel anak yang serupa, penguncupan (pembentukan kuncup) yaitu sel anak dihasilkan dari penonjolan kecil pada sel inang, atau pembentukan spora cara ini berfungsi untuk menyebarkan spesiesnya dalam jumlah besar. Spora aseksual dihasilkan dari pembelahan sel secara mitosis dan spora seksual di peroleh dari pembelahan secara meiosis. Adapun macam-macam spora aseksual adalah sebagai berikut:
1) Konidiospora (konidia), dibentuk di ujung atau sisi suatu hifa. Jenisnya ada dua macam, yaitu mikrokonidium (bersel satu dan berukuran kecil) dan makrokonidium (ber sel banyak dan berukuran besar).
2) Oidium/artrospora, yaitu spora bersel satu yang terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
3) Sporangiospora, merupakan spora bersel satu yang terbentuk dalam kantung yang disebut sporangium, pada ujung hifa khusus. Jenisnya ada dua macam yaitu: aplanospora merupakan sporangiospora non motil (tidak dapat bergerak) dan zoospora adalah sporangiospora yang motil (bergerak) karena memiliki flagel.
4) Klamidospora, spora bersel satu berdinding tebal, sangat resisten terhadap keadaan buruk, terbentuk dari sel-sel hifa somatik.
5) Blastospora merupakan tunas/kuncup dari sel-sel jamur bersel satu (khamir).
b. Secara seksual.
Reproduksi secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium terjadi secara singami, yaitu persatuan dua sel gamet dan terjadi dua tahap, tahap pertama terjadi plasmogami (peleburan sitoplasma) sedangkan tahap dua adalah kariogami (peleburan inti). Reproduksi secara seksual lebih jarang dilakukan dan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan secara aseksual dan hanya terjadi dalam keadaan tertentu. Adapun macam-macam spora seksual pada jamur adalah sebagai berikut:
Macam-macam Spora Seksual Jamur
No. Macam spora seksual Keterangan
1. Askospora Merupakan spora bersel satu yang terbentuk di dalam kantung yang dinamakan askus. Dalam setiap askus terdapat askospora.
2. zygospora Merupakan spora besar berdinding tebal, terbentuk dari ujung-ujung dua hifa yang serasi yang dinamakan gametangia.
3. Basidiospora Merupakan spora bersel yang terbentuk di atas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
4. Oospora Merupakan spora yang terbentuk dari pertemuan antara gamet betina (oogonium) dan gamet jantan (anteridium), sehingga akan terjadi pembuahan dan akan menghasilkan oospora.
B. Klasifikasi Jamur.
Jamur mempunyai ciri-ciri yang berbeda tentang struktur tubuh buah dan tahap-tahap reproduksi seksual dalam daur hidupnya. Kingdom fungi dikelompokkan dalam empat divisi, yaitu: zygomycotina, ascomycotina, Basidiomycotina, dan deuteromycotina. Adapun ciri ke empat divisi jamur terdapat pada tabel berikut ini:
1. Divisi Zygomycotina.
a. Ciri-ciri zygomycotina
Ciri-ciri zygomycotina sebagai berikut:
1) Habitat di darat sebagai saprofit
2) Dinding sel tersusun dari zat kitin
3) Tubuhnya berupa hifa yang bercabang-cabang tidak bersekat dan membentuk miselium.
4) Mempunyai tiga jenis hifa, yaitu hifa yang menjalar dipermukaan substrat disebut stolon, hifa yang menembus ke dalam substrat seperti akar disebut rizoid, dan hifa yang menjulang ke atas dan membentuk sporangium disebut sporangiofor.
5) Tidak menghasilkan spora berflagel.
6) Reproduksi seksual dihasilkan zigospora
7) Reproduksi secara aseksual dihasilkan sporangiospora
b. Reproduksi Zygomycotina.
Reproduksinya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1) Reproduksi secara aseksual
Reproduksi secara aseksual dilakukan di dalam sporangium/kotak spora yang menghasilkan spora/sporangiospora yang kemudian sporangium pecah sehingga sporangiospora menyebar ke lingkungan dan pada tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru.
2) Reproduksi secara seksual.
Reproduksi secara seksual dilakukan secara konjugasi antara hifa (+) dan hifa (-) dan dihasilkan spora. Adapun cara reproduksi seksual sebagai berikut:
a) Hifa dari talus (+) dan talus (-) saling berdekatan.
b) Tumbuh cabang benang hifa dari hifa (-) dan hifa (-) yang berdekatan. Di ujung benang hifa tadi tumbuh bakal gametangium.
c) Bakal gametangium berubah menjadi gametangium yang berisi banyak inti haploid (n).
d) Dinding gametangium pecah dan inti (+) bergabung dengan inti (-) membentuk inti diploid (2n). Persatuan dua gametangium (+) dan gametangium (-) membentuk zigospora yang berisi banyak inti diploid (2n).
e) Zigospora tumbuh, dindingnya menebal dan berwarna hitam, di dalamnya juga berisi makanan cadangan antara lain lemak. Inti diploid hanya satu yang hidup, yang lainnya mengalami degenerasi. Inti ini membelah secara meiosis dan hanya satu yang dapat terus hidup. Zigospora akan beristirahat dalam waktu yang lama.
f) Setelah lama beristirahat spora dapat tumbuh jika ada substrat yang cocok, membentuk sporangium dengan sporangiofor. Inti haploid membelah secara mitosis menjadi inti spora yang terbentuk pada sporangium.
g) Jika sporangium matang dindingnya akan robek dan sporanya tersebar, menghasilkan spora (+) atau spora (-).
h) Spora tumbuh menjadi miselium baru.
i) Contoh pada Rhizophus/jamur tempe.
c. Contoh jamur divisi zygomycotina adalah:
1) Rhizopus oryzae, jamur untuk membuat tempe, mempunyai kemampuan memecah protein dan lemak.
2) Rhizopus oligosporus untuk membuat tempe.
3) Rhizopus stolonifer , tumbuh pada roti yang sudah berjamur.
4) Rhizophus nigricans, mampu menghasilkan asam fumarat. Dibawah ini gambar Rhyzopus oryzae
5) Mucor mucedo, hidup pada kotoran ternak dan roti, miselium tumbuh di dalam substrat. Sporangium tumbuh di ujung hifa dan dihasilkan spora bulat, berdinding tebal dan berint banyak. Jika sporangium pecah, spora akan tersebar secara pasif.
2. Divisi Ascomycotina.
a. Ciri-ciri ascomycotina.
1) Hifanya telah memiliki sekat dan berinti banyak.
2) Tubuhnya ada yang bersel satu/uniseluler dan bersel banyak/multiseluler.
3) Mempunyai keanekaragaman yang besar diantara kingdom fungi.
4) Cara hidupnya sebagai parasit, saprofit dan ada yang bersimbiosis dengan alga biru dan alga hijau bersel satu membentuk lumut kerak (likenes)
5) Reproduksi secara aseksual menghasilkan spora aseksual yang dihasilkan di dalam konidium.
6) Reproduksi secara seksual dihasilkan askospora yan dibentuk didalam askus. Askus berasal dari bahasa yunani yang artinya kantong. Beberapa askus dapat membentuk tubuh buah yang disebut askokarp.
b. Reproduksi ascomycotina.
Jamur ascomycotina dapat bereproduksi secara aseksual dan secara seksual, sebagai berikut:
1) Reproduksi secara aseksual.
Reproduksi secara aseksual dihasilkan tunas pada jamur bersel satu/uniseluler, dan konidiospora/konidia pada jamur bersel banyak/multiseluler. Konidiospora dibentuk didalam ujung hifa khusus yang disebut konidiofor.
2) Reproduksi secara seksual.
Reproduksi secara seksual dilakukan di dalam askus. Askus merupakan kantong spora yang menghasilkan askospora. Askospora akan mengumpul membentuk tubuh buah yang disebut askokarp/askoma. Adapun tahapan dalam reproduksi seksual jamur ini sebagai berikut:
a) Spora askus/askospora tumbuh menjadi benang hifa yang bercabang-cabang.
b) Satu/beberapa sel pada ujung hifa berdeferensiasi menjadi alat kelamin betina (askogonium), sedangkan ujung hifa lainnya membentuk alat kelamin jantan ( anteridium). Anteridium dan askogonium terletak berdekatan dan keduanya memiliki sejumlah inti haploid.
c) Pada askogonium tumbuh semacam saluran (trikogen) yang menghubungkan askogonium dengan anteridium.
d) Melalui trikogen, inti anteridium bergerak menuju inti askogonium sehingga terbentuk inti yang berpasangan di dalam askogonium.
e) Pada saat bersamaan askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa yang disebut hifa askogonium. Inti-inti membelah secara mitosis dan tetap berpasangan.
f) Hifa askogonium tumbuh dan membentuk septa bercabang. Bagian askogonium berinti banyak, sedangkan pada bagian ujungnya berinti dua. Bagian ujung inilah yang akan tumbuh menjadi bakal askus.
g) Hifa askogonium berkembang disertai pertumbuhan miselium vegetatif yang kompak membentuk tubuh buah.
h) Dua inti pada bakal askus membentuk inti diploid yang kemudian membelah secara meiosis untuk menghasilkan delapan askospora. Askospora yang jatuh pada lingkungan yang sesuai akan tumbuh membentuk hifa (miselium baru).
c. Contoh jamur ascomycotina.
1) Saccharomyces cerevisiae.
a) Merupakan jamur bersel satu/uniseluler
b) Jamur ini dikenal dengan nama ragi/kamir/yeast.
c) Digunakan untuk membuat tape, alkohol, roti dan bir.
d) Jamur ini banyak dijumpai pada kulit buah-buahan.
e) Tidak mempunyai hifa, tubuh buah, selnya berbentuk bulat.
f) Reproduksi secara aseksual membentuk kuncup kecil (budding) atau tunas.
g) Reproduksi secara seksual, yaitu sel ragi yang haploid (n) bersatu dengan sel ragi haploid yang lain, kemudian akan menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot kemudian membesar sehingga akan membentuk askus, kemudian intinya akan mengalami pembelahan meiosis yang menghasilkan 8 buah inti baru haploid kemudian tumbuh menjadi 8 spora haploid (spora askus) yang akan tumbuh menjadi sel baru.
h) Reaksi/proses pembuatan roti sehingga roti mengembang dengan menggunakan yeast:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(gula) (alkohol) (karbon dioksida)
2) Saccharomyces tuac, dapat digunakan untuk fermentasi air nira menjadi tuak.
3) Saccharomyces ellipsoides, dapat digunakan untuk fermentasi anggur menjadi minuman anggur.
4) Penicillium.
a) Hidup sebagai saprofit pada substrat yang mengandung gula seperti nasi, roti, dan buah ranum dengan noda biru atau kehijauan.
b) Reproduksi secara aseksual membentuk konidia.
c) Reprodukasi secara seksual membentuk askus , tetapi dijumpai lebih sering bereproduksi secara aseksual.
d) Bermanfaat menghasilkan antibiotik penisilin
Jenis-jenis penicillium adalah:
1. Penicillium notatum, menghasilkan antibiotik penisilin.
2. Penicillium chrysogenum menghasilkan antibiotik penisilin.
3. Penicillium camemberti, memberi cita rasa pada keju
4. Penicillium roqueforti, memberi cita rasa pada keju dengan mengurangi kadar kasein pada bahan keju.
5) Aspergillus
a) Hidup sebagai saprofit dan parasit pada substrat seperti makanan, pakaian, manusia, burung.
b) Membentuk koloni berwarna abu-abu, hitam, coklat, dan kehijauan.
c) Dapat tumbuh pada tempat beriklim dingin dan tropis.
Jenis-jenis aspergllus adalah:
1. Aspergillus oryzae, digunakan untuk membentuk adonan roti, untuk membuat sake di Jepang, dapat menghasilkan enzim prorease.
2. Aspergillus wentii, digunakan untuk pembuatan kecap, tauco, asam sitrat, asam oksalat, menghasilkan enzim protease.
3. Aspergillus niger, digunakan untuk menghilangkan oksigen dari sari buah dan menjernihkan sari buah, menghasilkan enzim glukosa oksidase, pektinase.
4. Aspergillus flavus, menghasilkan racun aflatoksin.yang menyebabkan penyakit kanker pada manusia.
5. Aspergillus fumigatus, menyebabkan penyakit paru-paru.
6) Trichoderma.
a) Menghasilkan enzim selulase untuk menguraikan selulosa sehingga sering disebut bersifat selulotik.
b) Dalam penelitian selulase dapat digunakan untuk memproduksi protein sel tunggal atau Single Cell Protein (SCP).
7) Claviceps.
a) Hidup parasit pada bakal buah graminae
b) Miseliumnya akan membentuk konidium dan mengsilkan embun madu yang manis sehingga mengundang semut datang dan menyebarkan spora ke lingkungan yang cocok.
c) Jika lingkungan tidak menguntungkan miselium akan membentuk badan padat dan kuat, berwarna ungu kehitaman disebut Sklerotium.
d) Jika lingkungan cocok sklerotium akan tumbuh menjadi benang yang ujungnya menghasilkan askospora.
8) Neurospora.
a) Digunakan untuk membuat oncom.
b) Banyak tumbuh pada tongkol jagung rebus yang dihilangkan bijinya
c) Untuk obyek penelitian genetika, yaitu untuk meneliti pengaruh sinar X terhadap peristiwa mutasi.
9)Roselinia arcuata.
a) Jamur ini hidup parasit pada kayu mati.
b) Memiliki askokarp seperti botol/bulat berlubang.
10)Xylaria tabacina.
Bentuknya bulat panjang bertangkai dengan warna kehitam-hitaman. Hidup di pegunungan pada pohon yang busuk.
11)Candida albicans.
Jamur ini dapat menyebabkan penyakit kandidiasis, yaitu suatu penyakit pada selaput lendir mulut vagina dan saluran pencernaan.
3. Divisi Basidiomycotina.
a. Ciri-ciri:
1) Jamur ini dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau substrat.
2) Mempunyai tubuh buah yang bermacam-macam, seperti: payung, bola, papan.
3) Tubuh buah mempunyai bagian-bagian seperti:
a) Stipe (tangkai tubuh buah)
b) Pileus (tudung)
c) Volva (sisa pembungkus yang terdapat didasar tangkai)
d) Lamella(bilah)
4) Tubuh buahnya disebut basidiokarp
5) Cara hidup jamur ini secara saprofit, parasit pada tumbuhan, dan ada yang bersimbiosis membentuk mikoriza pada akar tumbuhan.
6) Kebanyakan bersifat makroskopis dan ada yang bersifat mikroskopis.
7) Hifanya bersekat, sel-selnya memiliki sebuah atau dua buah inti. Hifa yang memiliki sebuah inti disebut hifa primer, sedangkan yang mempunyai dua buah inti disebut hifa sekunder.
8) Anggota jamur ini lebih dari 25000 spesies.
b. Reproduksi Basidiomycotina.
1) Reproduksi secara aseksual
Pembiakan aseksual biasanya terjadi dengan pembentukan konidium.
2) Reproduksi secara seksual.
Reproduksi secara seksual pada basidiomycotina dengan basidium. Basidium merupakan badan yang berasal dari sebuah sel yang membesar yang kemudian membentuk empat tonjolan yang masing-masing berisi sebuah inti. Dan kemudian akan membentuk empat sel yang didalamnya mengandung sebuah basidiospora. Seluruh basidium akan berkumpul membentuk basidiokarp.
c. Daur hidup basidiomycotina.
Daur hidup basidiomycotina sebagai berikut:
1) Basidiospora/konidiospora tumbuh menjadi hifa bersekat dengan satu inti.
2) Ujung dua hifa yang berbeda yaitu hifa (+) dan hifa (-) bersinggungan dan dinding selnya larut. Inti sel dari hifa (+) pindah ke sel dari hifa (-), sehingga dihasilkan sel dengan dua inti (dikariotik).
3) Sel dikariotik tumbuh menjadi miselium dikariotik.
4) Miselium dikariotik tumbuh menjadi badan buah yang bentuknya sesuai dengan badan buah nenek moyangnya.
5) Hifa-hifa dibagian bawah basidiokarp membentuk basidium. Dua inti pada sel basidium bersatu, sehingga dihasilkan inti diploid (2n).
6) Sel basidium membesar, pada ujungnya terbentuk empat buah tonjolan atau sterigma. Sementara itu intinya yang diploid membelah secara reduksi(meiosis), dihasilkan empat inti haploid.
7) Masing-masing inti haploid masuk ke dalam tonjolan. Terbentuk empat spora dengan sebuah inti haploid.
d. Contoh Basidiomycotina.
1) Jamur merang (Volvariella volvacea), tempat hidupnya memerlukan kelembaban yang tinggi.
2) Jamur kuping (Auricularia polytricha), hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, mempunyai warna coklat kehitam-hitaman.
3) Jamur tiram (Pleurotus sp), tumbuh pada kayu lapuk dan dapat dibudidayakan pada serbuk gergaji.
4) Jamur Shitake merupakan jamur yang hidup pada batang kayu, di budidayakan di Jepang, Cina.
5) Jamur karat (Ustilago scitamiae), basidiumnya bersekat, tidak memiliki basidium yang menggelembung dan tidak memiliki tubuh buah. Hidup pada tanaman jagung dan tebu.
6) Jamur api (Puccinia graminis), ukuran tubuh kecil, siklus hidup berbelit-belit, merupakan parasit pada tanaman, rumput-rumputan (padi) dan tanaman dikotil, memiliki basidium yang bersekat tetapi tidak menggelembung, spora berwarna merah,tidak memiliki tubuh buah.
7) Exobasidium vecans, hidup parasit pada tanaman the.
8) Ganoderma applantum, tidak beracun.
9) Amanita caecaria, tidak beracun.
10) Amanita verna, beracun.
11) Supa mayang (Clavaria zippelli), hidup saprofit pada tanah-tanah hutan, badan buah tegak berbentuk gada dan bercabang-cabang sehingga membentuk bangunan seperti batu karang.
4. Divisi Deuteromycotina
a) Ciri-ciri:
1) Disebut jamur tidak sempurna (Fungi imperfecti), karena reproduksi seksualnya belum diketahui.
2) Anggotanya kurang lebih 25000 spesies.
3) Reproduksi secara aseksual dengan konidia.
4) Banyak yang bersifat parasit.
b) Contoh jamur deuteromycotina.
1) Epidermophyton floccosum, penyebab penyakit kaki atlet.
2) Microsporum, penyebab penyakit kurap.
3) Sclerothium rolfsii, penyebab penyakit busuk pada tanaman budidaya.
4) Helminthosporium oryzae, parasit, merusak kecambah dan buah, menimbulkan noda-noda pada daun, buah yang terserang menyerupai beludru.
5) Tinea versicolor, penyebab panu.
6) Trygophyton, penyebab penyakit kurap.
5. Liken (Lumut kerak).
a. Ciri-ciri:
1) Merupakan organisme hasil simbiosis antara ganggang dan jamur, yaitu simbiosis antara jamur ascomycotina dan basidiomycotina dengan ganggang hijau atau ganggang biru yang bersel satu.
2) Ganggang pada liken dapat hidup tanpa bersimbiosis, tetapi hampir semua jamur pada liken hanya dapat hidup jika bersimbiosis dengan ganggang.
3) Tubuh liken berbentuk talus tipis, pada irisan melintang talus terlihat dibagian luar miselium yang kompak dan dibagian dalam terdapat hifa yang susunannya tidak kompak dan diantaranya terdapat koloni ganggang.
4) Jamur memperoleh makanan dari hasil fotosintesis ganggang sedangkan ganggang memperoleh air dan mineral dari jamur.
5) Habitatnya adalah melekat pada batu atau kulit pohon.
6) Lumut kerak pada batu berperan sebagai tumbuhan pioner/perintis dalam proses pembentukan tanah.
7) Lumut kerak berperan dalam proses pelapukan batuan.
8) Lumut kerak dapat digunakan sebagai tanda adanya polusi udara (indikator biologis dalam ekosistem) karena lumut kerak sangat sensitif terhadap beberapa jenis polutan yang berbahaya seperti: fluorida, logam berat, zat radioaktif, pupuk pertanian, pestisida.
9) Ada tiga tipe utama liken, yaitu:
a) Liken krustose, memiliki talus seperti kerak. Contoh Graphis.
b) Liken foliose, memiliki talus seperti daun, contoh: Parmelia.
c) Liken fruktikose, memiliki talus seperti semak, contoh: Usnea dasifoga.
b. Reproduksi liken.
1) Secara aseksual terjadi karena fragmentasi atau dengan soredium yaitu beberapa sel ganggang yang terbungkus oleh hifa tardapat pada permukaan lumut kerak bentuknya seperti tepung.
2) Reproduksi secara seksual pada jamur menghasilkan askospora pada tubuh buah yang bentuknya seperti mangkok. Spora akan tumbuh dan apabila bertemu dengan spesies ganggang yang cocok akan membentuk talus baru.
c. Contoh liken.
1) Usnea dasypoga, digunakan sebagai ramuan obat tradisional, menghasilkan asam usnin.
2) Usnea berbata, digunakan sebagai obat tradisional.
3) Cladonia rangiferina, merupakan makanan utama rusa kutub.
4) Roccelia tinctoria, bahan pembuat lakmus.
5) Certraria islandica, merupakan bahan ramuan obat.
6) Permelia acetabulum, hidup pada pohon, berupa lembaran-lembaran seperti kulit.
6. Mikoriza.
a. Ciri-ciri:
1) Merupakan bentuk simbiosis antara akar tumbuhan tingkat tinggi dengan miselium jamur.
2) Mikoriza dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
a) Ektomikoriza, merupakan mikoriza yang menginfeksi permukaan luar tanaman dan di antara sel-sel ujung akar
b) Endomikoriza, merupakan mikoriza yang menginfeksi bagian dalam akar tanaman di dalam dan di antara sel-sel ujung akar.
3) Pada endomikoriza jaringan cendawan/jamur masuk kedalam sel kortek akar dan membentuk struktur yang khas berbentuk oval yang disebut vesikel dan sistem percabangan hifa yang disebut arbuskula, sehingga endomikoriza disebut juga vesicular-arbuscular micorrhizae (VAM).
b. Manfaat mikoriza.
1) Meningkatkan absorpsi hara dari dalam tanah.
2) Penghalang biologis terhadap infeksi pathogen akar.
3) Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan kelembaban yang ekstrem.
4) Meningkatkan produksi hormone pertumbuhan dan zat pengatur tumbuh seperti auksin.
5) Menjamin terselenggaranya proses biogeokimia.
7. Peranan jamur bagi kehidupan manusia.
Terdapat beberapa manfaat jamur yang menguntungkan bagi kehidupan manusia sebagai berikut:

No. Jenis Jamur Bahan Dasar Produk
1. Rhizopus stoloniferus, Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae Kedelai, ampas tahu, bungkil kelapa Tempe
2. Neurospora sitophila Bungkil kacang tanah Oncom
3. Aspergillus wentii Kedelai Kecap
4. Aspergillus oryzae Kedelai Tauco
5. Penicillium roqueforti, Penicillium camembertii Susu Keju
6. Aspergillus oryzae Beras Koji
7. Aspergillus oryzae Amilum Sirup glukosa
8. Saccharomyces cerevisiae (ragi tape) Buah anggur anggur
9. Saccharomyces cerevisiae (ragi roti) Tepung terigu Roti
10. Saccharomyces cerevisiae (ragi) Ketela pohon Tape
11. Aspergillus niger Amilum Enzim amilase
12. Volvariella volvacea (jamur merang) Merang padi Jamur konsumsi
13. Lentinus edodes (jamur shitake) Serbuk gergaji Jamur konsumsi
14. Pleurotus sp Serbuk gergaji Jamur konsumsi
15. Penicillium notatum Karbohidrat Antibiotik
16. Penicillium crysogenum Karbohidrat Antibiotik
17. Trichoderma resei Karbohidrat Enzim selulase
18. Ganoderma lucidum (jamur linzhi) Serbuk kayu Jamur obat
Jamur yang merugikan manusia, sebagai berikut:
No. Jenis Jamur Penyakit
1. Aspergillus flavus Racun aflatoksin
2. Fusarium Racun aflatoksin
3. Amanita Racun
4. Rhizoctonia solani Menyebabkan penyakit busuk pada tanaman polong-polongan
5. Claviceps purpurea Menyebabkan penyakit pada rerumputan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar