Rabu, 10 Maret 2010

menanam sirih

Menanam, Mencangkok dan merunduk Sirih

Untuk mempermudah perbanyakan sirih, digunakan cara mencangkok. Mencangkok merupakan perbanyakan secara vegetatif yang mudah dilaksanakan.

Pada perbanyakan sirih dengan mencangkok langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Media Tanam Pot

Media tanam yang digunakan untuk mencangkok sirih dan menanam hasil cangkokan adalah: Tanah top soil (tanah subur), pupuk kandang, sekam padi dengan perbandingan: 1:1:1, kemudian diaduk sampai rata. Menyiapkan pot dengan diameter 20 cm kemudian dilubangi pada bagian bawah sebanyak 6 lubang dan bada bagian samping sebanyak 6 lubang. Masukkan media tersebut ke dalam pot sampai pada 1 cm di bawah mulut pot dan siapkan juga penyangga dari bambu atau kayu untuk melilitkan tanaman sirih (lanjaran). Siapkan batang sirih yang sehat, segar, bebas dari penyakit dan berumur tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua yang panjangnya kira-kira 40 cm.

2. Penanaman

Setelah pot dan media telah siap maka langkah berikutnya lubangi media tepat dibagian tengah pot sedalam setengah pot, kemudian masukkan batang tanaman sirih yang telah disiapkan dan selanjutnya tekan media di sekeliling tanaman hingga padat. Tancapkan batang penyangga pada pot kemudian batang sirih dililitkan (dirambatkan) pada batang penyangga tersebut dengan tali plastik, misalnya tali rafia. Siramlah setiap hari sekali secara rutin hingga tumbuh akar dan daun baru. Gunakan pupuk organik dan jangan menggunakan pupuk kimia. Letakkan pot sirih pada tempat yang teduh, misalnya di teras atau green house.

3. Pencangkokan

Langkah-langkah pencangkokan sirih sebagai berikut:

  1. Pilih batang yang telah dewasa dengan ciri-ciri: sudah tumbuh akar di ruas batang, kemudian siapkan langkah pencangkokan berikutnya.
  2. Siapkan media cangkok yang terdiri tanah top soil (tanah gembur): pasir ladu: sekam padi: pupuk kandang dengan perbandingan: 2:1:1:1, kemudian aduk sampai tercampur merata.
  3. Siapkan plastiK kresek yang akan digunakan untuk mencangkok dan tali rafia.
  4. Siapkan pisau cutter bersih yang akan digunakan untuk memotong.
  5. Pasanglah plastik kresek pada batang ruas sirih yang akan dicangkok dengan tali rafia.
  6. Masukkan media cangkok secukupnya (kira-kira sekepal tangan), kemudian ujung pembungkus plastik yang lain diikat dengan tali rafia, dan juga pada tengah bungkusan cangkokan diikat dengan tali rafia pula.
  7. Lubangilah sebanyak 5 lubang pada pembungkus cangkokan dengan ujung pisau cutter.
  8. Ikatlah batang yang dicangkok tersebut dengan tali rafia pada penyangga.
  9. Siramlah tiap hari dengan air secukupnya.
  10. Letakkan pot pada tempat yang teduh atau di green house.
  11. Kira-kira 1-1,5 bulan cangkokan sudah tumbuh akar, kemudian potong cangkokan tersebut dengan pisau cutter dan bukalah plastik pembungkus sehingga batang cangkoan siap ditanam.
  12. Tanamlah pada pot dan media tanam yang telah disediakan. Langkah penanaman hasil cangkokan seperti langkah menanam pada uraian diatas.

4. Merunduk.

Batang sirih pada ruasnya dibenamkan pada media pot, kalau bisa pada pot lain kemudian di timbun dengan media tanam, siramlah air, tunggu sampai 1-1,5 bulan jika telah tumbuh akar, batang tersebut dipotong dan dipindahkan/ ditanam pada pot lain.

5. Sirih Sebagai Antiseptik.

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai obat atau jamu, misalnya sebagai antiseptik yang merupakan zat yang dapat membunuh bibit penyakit (mikroorganisme pathogen).

Adapun kegunaan sisih untuk pengobatan sebagai berikut:

  1. Mengobati Keputihan.

Sediakan 7-10 lembar daun sirih kemudian direbus dengan air sebanyak 2,5 liter sampai mendidih. Air rebusan digunakan selagi hangat dengan membasuhkannya secara berulang-ulang di daerah kemaluan.

  1. Mengobati Sakit Jantung.

Untuk mengobati sakit jantung sediakan 3 lembar daun sirih, 7 pasang biji kemukus, 3 siung bawang merah, dan satu sendok jinten putih. Semua bahan ditumbuk halus, lalu tambahkan 5 sendok air panas. Biarkan beberapa menit , lalu peras dan saring. Minumlah 2 kali sehari secara teratur.

  1. Mengobati Alergi.

Sediakan 6 lembar daun sirih, sepotong jahe kuning, 1,5 sendok makan kayu putih. Tumbuk sampai halus semua bahan secara bersamaan. Lalu oleskan di bagian yang gatal.

  1. Mengobati Batuk.

Sediakan 4 lembar daun sirih tambahkan 2 gelas air, kemudian direbus hingga mendidih, lalu dinginkan. Gunakan untuk berkumur, dan lakukan secara rutin sampai batuknya sembuh. Atau sediakan 4 lembar daun sirih, 3 lembar daun widara upas, dan madu secukupnya. Daun sirih diiris, lalu direbus bersama daun widara upas dan madu dalam 2 gelas air sampai mendidih. Air rebusannya untuk berkumur secara teratur.

Sumber: Majalah Flona, edisi 34/II-Desember 2005, halaman 23.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar